dekripsi

Selasa, 21 April 2015

Hubungan Transformator Tiga Phasa dan Rumus

Sekarang saya akan berbagi masalah hubungan transformator, hubungan transformator biasanya hanya terdapat Δ dan Y saja, ternyata ada juga hubungan zigzag yaa.. hhe, disini juga akan berbagi tentang rumus-rumus perhitungannya dan jenis-jenis hubungan transformator 3 fasa. langsung saja...



Secara umum ada 3 macam jenis hubungan pada transformator tiga phasa yaitu :


Hubungan Bintang (Y)

Hubungan bintang ialah hubungan transformator tiga fasa, dimana ujung-ujung awal atau akhir lilitan disatukan. Titik dimana tempat penyatuan dari ujung-ujung lilitan merupakan titik netral. Arus transformator tiga phasa dengan kumparan yang dihubungkan bintang yaitu; IA, IB, IC masing-masing berbeda 120°.




Transformator tiga phasa hubungan bintang.
Dari gambar diperoleh bahwa :


IA = IB = IC = IL
IL = Iph
VAB = VBC = VCA = VL-L 
VL-L = Vph 
Dimana :
VL-L = tegangan line to line (Volt)
Vph = tegangan phasa (Volt)
IL = arus line (Ampere)
Iph = arus phasa (Ampere)




Hubungan Segitiga/ Delta (Δ)

Hubungan segitiga adalah suatu hubungan transformator tiga fasa, dimana cara penyambungannya ialah ujung akhir lilitan fasa pertama disambung dengan ujung mula lilitan fasa kedua, akhir fasa kedua dengan ujung mula fasa ketiga dan akhir fasa ketiga dengan ujung mula fasa pertama. Tegangan transformator tiga phasa dengan kumparan yang dihubungkan segitiga yaitu; VA, VB, VC masing-masing berbeda 120°.



Transformator tiga phasa hubungan segitiga/delta.
Dari gambar diperoleh bahwa :

IA = IB = IC = IL
IL = Iph
VAB = VBC = VCA = VL-L
VL-L = Vph

Dimana :
VL-L = tegangan line to line (Volt)
Vph = tegangan phasa (Volt)
IL = arus line (Ampere)
Iph = arus phasa (Ampere)



Hubungan Zigzag

Transformatorzig–zag merupakan transformator dengan tujuan khusus.
 Salah satu aplikasinya adalah menyediakan titik netral untuk sistem listrik yang tidak memiliki titik netral. Pada transformator zig–zag masing–masing lilitan tiga fasa dibagi menjadi dua bagian dan masing–masing dihubungkan pada kaki yang berlainan.

Transformator tiga phasa hubungan zig-zag.
Perbandingan Rugi-rugi untuk tiap kumparan yang terhubung Y, Δ, Zig-zag adalah:
Dimana :
iY = arus pada kumparan yang terhubung Y
ρ = hambatan jenis tembaga
LY = panjang kumparan yang terhubung Y
AY = Luas penampang kumparan yang terhubung Y
AΔ = Luas penampang kumparan yang terhubung Δ
AZZ = Luas penampang kumparan yang terhubung Zig-zag



Jenis-Jenis Hubungan Transformator Tiga Phasa

Dalam pelaksanaanya, tiga buah lilitan phasa pada sisi primer dan sisi sekunder dapat dihubungkan dalam bermacam-macam hubungan, seperti bintang dan segitiga, dengan kombinasi Y-Y, Y-Δ, Δ-Y, Δ-Δ, bahkan untuk kasus tertentu liltan sekunder dapat dihubungakan secara berliku-liku (zig-zag), sehingga diperoleh kombinasi Δ-Z, dan Y-Z. Hubungan zig-zag merupakan sambungan bintang istimewa, hubungan ini digunakan untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin terjadi apabila dihubungkan secara bintang dengan beban phasanya tidak seimbang. Di bawah ini pembahasan hubungan transformator tiga phasa secara umum :


 Hubungan Wye-wye (Y-Y)

Pada hubungan bintang-bintang, rasio tegangan fasa-fasa (L-L) pada primer dan sekunder adalah sama dengan rasio setiap trafo. Sehingga, tejadi pergeseran fasa sebesar 30° antara tegangan fasa-netral (L-N) dan tegangan fasa-fasa (L-L) pada sisi primer dan sekundernya.

Hubungan bintang-bintang ini akan sangat baik hanya jika pada kondisi beban seimbang. Karena, pada kondisi beban seimbang menyebabkan arus netral (IN) akan sama dengan nol. Dan apabila terjadi kondisi tidak seimbang maka akan ada arus netral yang kemudian dapat menyebabkan timbulnya rugi-rugi.

Tegangan phasa primer sebanding dengan tegangan phasa sekunder dan perbandingan belitan transformator maka, perbandingan antara tegangan primer dengan tegangan sekunder pada transformator hubungan Y-Y adalah :

Gambar Transformator 3 phasa hubungan Y-Y.

Hubungan Wye-delta (Y-Δ)

Transformator hubungan Y-Δ, digunakan pada saluran transmisi sebagai penaik tegangan. Rasio antara sekunder dan primer tegangan fasa-fasa adalah 1/√3 kali rasio setiap trafo. Terjadi sudut 30° antara tegangan fasa-fasa antara primer dan sekunder yang berarti bahwa trafo Y-Δ tidak bisa diparalelkan dengan trafo Y-Y atau trafo Δ-Δ. Hubungan transformator Y-Δ dapat dilihat pada Gambar  Pada hubungan ini tegangan kawat ke kawat primer sebanding dengan tegangan phasa primer (VLP=√3VPhP), dan tegangan kawat ke kawat sekunder sama dengan tegangan phasa (VLS=VphS), sehingga diperoleh perbandingan tegangan pada hubungan Y-Δ adalah :
Gambar  Transformator 3 phasa hubungan Y-Δ.



Hubungan Delta-wye (Δ-Y)

Transformator hubungan Δ-Y, digunakan untuk menurunkan tegangan dari tegangan transmisi ke tegangan rendah. Transformator hubungan Δ-Y dapat dilihat pada Gambar Pada hubungan Δ-Y, tegangan kawat ke kawat primer sama dengan tegangan phasa primer (VLP=VphP ), dan tegangan sisi sekundernya ( VLS=√3VphS), maka perbandingan tegangan pada hubungan Δ-Y adalah :

GambarTransformator 3 phasa hubungan Δ-Y.



Hubungan Delta - delta (Δ-Δ)

Pada transformator hubungan Δ-Δ, tegangan kawat ke kawat dan tegangan phasa sama untuk sisi primer dan sekunder transformator (VRS = VST = VTR = VLN), maka perbandingan tegangannya adalah :
Sedangkan arus pada transformator hubungan Δ-Δ adalah :
IL=√3Ip

Dimana :
IL = arus line to line
IP = arus phasa





Sekian dulu Listrik tentang transformator terimakasih sudah mau membaca

BAHAN – BAHAN DALAM INSTALASI LISTRIK

Pengertian bahan
Bahan secara sederhana dapat diartikan sesuatu zat yang dapat berubah menjadi sesuatu atau barang lain. Menurut kondisinya bahan dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
1. Bahan mentah
2. Bahan setengah jadi
3. Bahan jadi
Menurut sifat kelistrikan bahan bahan dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
1. Bahan penghantar ( konduktor )
2. Bahan isolator
3. Bahan semikonduktor
Menurut sifat kemagnetan terdiri dari :
1. Magnet permanen
2. Mangnet remanen (sementara)
3. Bahan non magnetis
4. Paramagnetis
Dalam materi instalasi listrik akan dijelaskan beberapa bahan pendukung diantaranya :
1. Penghantar / kabel
Kawat penghantar digunakan untuk menghubungkan sumber tegangan dengan beban. Kawat penghantar yang baik umumnya terbuat dari logam. Dalam instalasi listrik ada berbagai macam jenis kabel yang digunakan sesuai dengan kebutuhan daya dari kegunaannya. Macam – macam kabel tersebut diantaranya :
a. Kabel NYA
Digunakan dalam instalasi rumah dan system tenaga. Dalam instalasi rumah digunakan kabel NYAdengan ukuran 1,5 mmdan 2,5 mm2. Syarat penandaan dari kabel NYA :
Huruf kode
Komponen
N
Kabel jenis standart dengan penghantar tembaga
Y
Isolator PVC
A
Kawat berisolasi
Re
Penghantar pada bulat
Rm
Penghantar bulat berkawat banyak
NYA : berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC, untuk instalasi luar/kabel udara. Kode warna isolasi ada warna merah, kuning, biru dan hitam. Kabel tipe ini umum dipergunakan di perumahan karena harganya yang relatif murah. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis sehingga mudah cacat, tidak tahan air (NYA adalah tipe kabel udara) dan mudah digigit tikus.
Agar aman memakai kabel tipe ini, kabel harus dipasang dalam pipa/conduit jenis PVC atau saluran tertutup. Sehingga tidak mudah menjadi sasaran gigitan tikus, dan apabila ada isolasi yang terkelupas tidak tersentuh langsung oleh orang
b. Kabel NYM
Digunakan untuk kabel instalasi listrik rumah atau gedung dan system tenaga. Kabel NYM berinti lebih dari 1
Huruf kode
Komponen
N
Kabel jenis standart dengan penghantar tembaga
Y
Isolator PVC
M
Berselubung PVC
Re
Penghantar pada bulat
Rm
Penghantar bulat berkawat banyak
NYM : memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna putih atau abu-abu), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik dari kabel NYA (harganya lebih mahal dari NYA). Kabel ini dapat dipergunakan dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak boleh ditanam.


c. Kabel NYY
Memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna hitam), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYY dieprgunakan untuk instalasi tertanam (kabel tanah), dan memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM (harganya lebih mahal dari NYM). Kabel NYY memiliki isolasi yang terbuat dari bahan yang tidak disukai tikus.


d. Tanda kabel / warna
Merah / Kuning / Hitam = Fasa R, Fasa S, Fasa T
Belang hijau kuning = Ground
Biru = Netral


2. Macam – macam saklar
Saklar merupakan alat untuk menghubungkan dan memutuskan hubungan listrik. Saklar banyak macam dan jenisnya, misalnya untuk kebutuhan instalasi penerangan, instalasi tenaga dan banyak lagi jenisnya, yang sering kita jumpai pada kehidupan sehari – hari dirumah maupun dimana saja. Ada saklar yang dipasang dalam tembok (inbow) dan diluar tembok (out bow)
Untuk instalasi penerangan umumnya digunakan saklar untuk menyalakan dan mematikan lampu. Saklar menurut fungsinya dibedakan menjadi :
a. Saklar kutub satu
b. Saklar kutub ganda
c. Saklar kutub tiga
d. Saklar kelompok
e. Saklar seri
f. Saklar tukar
g. Saklar silang
3. Macam – macam fitting
a. Fiting langit-langit
Bisanya digunakan untuk pemasangan lampu yang menggunakan roset yang menempel pada langit-langit(eternity/lainnya).
b. Fiting gantung
Pemasangannya biasanya digabungkan pada fiting langit-langit. Pada bigian atas fiting ini terdapat cicin yang dipakai untuk mengikatkan tali penarik hingga kedudukannya menjadi kuat.
c. Stop Kontak
Pemasangan biasanya pada tempat-tempat lembab yang kemungkinan terjadipercikan air. Contohnya kamar mandi, kolam dan sebagainya
4. Pipa
Merupakan tempat untuk mendapatkan sumber tegangan. Tegangan ini diperoleh dari hantaran fasa dan nol yang dihubungkan dengan kontak-kontak stopkontak. Stop kontak dipasang untuk memudahkan mendapatkan tegangan yang diperlukan bagi peralatan listrik yang dapat dipindahkan.
5. Stop Kontak
Didalam instalasi listrik banyak sekali dipakai pipa. Pipa digunakan sebagai pelindung kabel atau hantaran darigangguan. Dengan pipa pemasangan hantaran atau kabel lebih rapi. Pipa yang digunakan biasanya jenis pipa union atau bisa juga pipa PVC dengan ukuran 5/8 dlm.
6. Klem
Adalah suatu bahan yang dipakai untuk menahan pipa agar dapat dipasang pada dinding atau langit-langit. Klem ini dibuatdari pelat besi atau plastic dengan ukuran disesuaikan dengan ukuran pipa. jarak pemasangan klem satu dengan lainny maksimal 80 cm.
7. Kotak Sambung
Pada saat penyambung kabel pada titik percabangan harus menggunakan kotak sambung. Menurut ketentuan peraturan instalasi yang diijinkan tidak boleh dalam pipa terdapat sambungan,karena dikwatirkan kawat putus dalam pipa.
Macam-macam kotak sambung:
a. Kotak sambung cabang dua
Digunakan untuk menyambung lurus.
b. Kotak sambung cabang tiga (T-Dos)
Digunakan untuk percabangan-percabangan, misalnya terdapat pemakaian saklar, stop kontak.
c. Kotak sambung cabang empat (Cross Dos)
Pemakaian sama dengan T-Dos hanya percabangan bukan tiga tapi empat.
8. Rol Isolator
Untuk pemasangan kawat hantaran diatas plafon tanpa menggunakan pipa digunakan rol isolator. Jarak antara rol satu dengan yang lain 50 cm dan antar hantaran jaraknya 5 cm. Rol isolator dibuat dari keramik atau plastic dan kekuatannya disesuaikan dengan besar hantaran dan tegangan kerja untuk kepentingan peletakan besar hantaran dan tegangan kerja untuk kepentingan peletakan hantaran pada instalasi penerangan rumah.
9. Kotak Sekring
Kotak sekring merupkan alat yang digunakan membatasi besar arus yang mengalir dalam suatu rangkaian listrik. Fungsinya sebagai pengaman. Apbiladialiri arus melebihi ketetapa maka sekring akan putus, sehingga tidak ada arus yang mengalir dalam rangkaian. Ada dua tipe sekring yang terdapat dipasaran yaitu sekring patron lebur dan sekring otomat. Keduanya memiliki fungsi yang sama tapi kerja teknis yang berbeda.
10. MCB (miniature Circuit Breaker)
Fungsi MCB adalah untuk pengaman terhadap beban lebih atau hubung singkat. Bila terjadi arus beban lebih atau hubung pendek MCB memutuskan sirkit dari sumber.
Komponen untuk mengamankan beban lebih adalah bimetal sedangkanuntuk mengamankan arus hubung pendek adalah electromagnet. Bila terjadi hubung singkat atau arus lebih yang besar maka kumparan magnetic R akan memerintahkan kontak jatuh. Tegangan kerja sampai dengan 440 VAC, MCB dipakai sampai 50 A.
11. KWH Meter
Digunakan sebagai pengukur energi listrik. Secara praktisnya KWH meter digunakan untuk mengukur daya terpakai (daya aktif) yang digunakan dalam pemakaian beban listrik dalam jangka waktu tertentu.
Prinsip kerja KWH meter:
Bila arus beban I mengalir melalui Wc akan menyebabkan terjadinya fluksi I. Wp memiliki sejumla lilitan yang besar yang dianggap sebagai reaktansi murni, sehingga arus Ip yang mengalir melalui Wb akan tertinggal fasanya terhadap tegangan beban dengan sudut 90 0dan menyebabkan fluksi magnetis 2, misalnya karena pengaruh momen gerak ini, kepingan lauminium akan berputar dengan kecepatan n. sambil berputar, priringan akan memotong garis-garis fluksi magnet m dari magnet permanen dan akn menyebabkan terjadinya arus-arus putar yang berbanding lurus terhadap n@m2 dalam kepingan aluminium tersebut. Arus –arus putar ini akan pula memotong garis-garis fluksi @m sehingga kepingan akan mengalami momen redaman Td yang berbanding lurus terhadap n@m2. Bila momen-momen tersebut yaitu Td dan Td dalam keadaan seimbang maka berlaku hubungan:

KdVI cos θ = Km nΦm2
atau
n = Kd / Km Φm (V I cos θ)

Dengan Kd dan Km sebagai konstanta. Jadi dari persamaan dapat terlihat bahwa kecepatan putar n, dari kepungan D, adalah berbanding lurus dengan beban VI cos@, sehingga dengna demikian maka jumlah perputaran dari pada kepingan tersebut,untuk suatu jangka waktu tertentu berbanding dengan energy yang akan diukur untuk jangka waktu tersebut.

Daftar istilah dalam instalasi listrik :
a. Arus lebih
Setiap arus yang melebihi harga nominalnya (arus kerja yang mendasari perbuatan peralatan tersebut).
b. Arus gangguan
Arus yang disebabkan oleh kerusakan isolasi.
c. Arus gangguan tanah
Arus yang mengalir ke tanah
d. Kemampuan hantar arus
Arus maksimum yang dapat dialirkan dengan kontinu oleh penghantar pada keadaan tertentu tanpa menimbulkan kenaikan suhu melampaui nilai tertentu.
e. Penghantar nol
Penghantar yang dibumikan dengan tugas rangkap, yaitu sebagai penghantar pengaman dan penghantar netral.
gustusN2013
NAMA NAMA ALAT TANGAN BENGKEL LISTRIK


No
Nama
Fungsi
1.
Tang Cucut
Bentuknya mirip ikan cucut: moncong pipih, panjang, dan berbentuk gergaji. Sebab itu, tang ini dikenal sebagai “tang cucut”. Berfungsi sebagai penjepit kawat atau kabel.
2.
Tang Kombinasi
dipakai untuk beberapa keperluan  memegang benda kerja, memotong dan memunti
3.
Tang kakatua
dipakai untuk menjepit autau mencabut paku
4.
Tang pemegang
dipakai untuk memegang benda kerja dengan mulut tang yang lebar dan poros yang dapat digeser atau dirubah.
5.
Tang potong biasa
digunakan hanya untuk memotong kawat, tembaga, seng, dll
6.
Tang pembulat
biasanya digunakan untuk membuat mata itik.
7.
Tang sudut
Fungsinya untuk menjepit kawat dan kabel yang sulit dijangkau, seperti di kolong meja
8.
Tang multifungsi
Mirip dengan tang kombinasi, ada rahang sebagai pemotong dan penjepit. Yang membedakan, tang ini memiliki kelengkapan fungsi lain.

Solder
mengubah energi listrik menjadi energi panas.
9.
Pengupas kabel
Membantu pekerja dalam mengerjakan instalasi kabel listrik
10.
Palu karet
Berfungsi untuk memukul benda dari bahan lunak atau keras tanpa merusak komponen yang dipukul.
11.
Palu plastik
Berfungsi untuk memukul benda dari bahan lunak atau keras tanpa merusak komponen yang dipukul
12.
Palu Tembaga
Berfungsi untuk memukul benda dari bahan logam yang keras tanpa merusak komponen yang dipukul.
13.
Palu Besi
Berfungsi untuk memukul benda dari bahan logam yang keras dibantu dengan alat perantara.
14.
Ragum
merupakan peralatan cekam yang paling sering digunakan pada proses pengefraisan.
15.
Jangka sorong
Alat Ukur yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus milimeter.
16.
Gergaji Coping Saw
dapat digunakan untuk memotong bentuk-bentuk rumit pada bagian yang sempit pada tripleks dan papan.
17.
Gergaji handsaw
berfungsi mengikis serat kayu. Gergaji kayu ini dirancang untuk memotong kayu dengan jalur urat searah
18.
Gergaji Crosscut saw
digunakan untuk memotong kayu secara melintang. Gergaji ini mempunyai gigi penyeimbang yang lebih kecil.
19.
Gergaji Backsaw
dipakai untuk membuat potongan diagonal, seperti membuat sambungan bingkai foto atau lemari.
20.
Gergaji Keyhole saw
didesain khusus untuk memotong di bagian-bagian yang sempit.
21.
Gergaji  Hacksaw
Digunakan untuk memotong logam yang dapat dipakai memotong plastik atau pipa keras.
22.
Pahat
bahan untuk memotong bahan tersebut.
23.
Mistar Berbentuk Rol (mistar gulung)
Mistar berbentuk rol merupakan alat ukur besaran panjang yang bisa digulung, biasanya mistar jenis ini terbuat dari logam yang dibentuk tipis dan di isi skala.
24.
Mistar bentuk pipa
agar memudahkan mengukur diameter suatu benda yang ukurannya besar.
25.
Mistar Lipat
Mistar lipat ini digunkan oleh tukang kayu, akan tetapi sekarang mistar seperti itu jarang ditemukan karena sudah ada mistar rol yang lebih praktis. Mistar lipat juga terbuat dari kayu yang tentu saja cepat rusak jika dibandingkan dengan mistar rol yang terbuat dari logam.
26.
Penggaris
Penggaris adalah sebuah alat pengukur dan alat bantu gambar untuk menggambar garis lurus
27.
Kikir gepeng (plat)
fungsinya membuat rata dan menyiku antara bidang satu dengan bidang lainnya.
28.
Kikir Segitiga
Fungsinya untuk meratakan dan menghaluskan bidang berbentuk sudut 60 atau lebih besar.
29.
Kikir segi empat (square)
Fungsinya untuk meratakan dan menghaluskan bidang berbentuk sudut 60 atau lebih besar.
30.
Kikir pisau (knife)
fungsinya untuk meratakan dan menghaluskan bidang berbentuk sudut 60 atau lebih kecil.
31.
Kikir blok
Fungsinya membuat rata, sejajar dan menyiku antara bidang satu dengan bidang lainnya.
32.
Kikir setengah bulat (half arund)
fungsinya untuk menghaluskan,meratakan dan membuat bidang cekung
33.
Kikir silang (crossing)
bentuk bulatnya pada ujungnya makin mengecil.Fungsinya untuk menghaluskan dan menambah diameter bidang bulat.
34.
Mistar baja
untuk memeriksa rata dan tidaknya suatu benda.
35.
Obeng -
digunakan untuk membuka sekrup beralur min ( - )
36.
Obeng +
Untuk membuka sekrup beraluran posotif (+)
37.
Obeng Offset
untuk memutar sekrup karena bentuk kedua ujung obeng ini bengkok
38.
Obeng Spiral
cara kerjanya dengan menekan obeng pada sekrup, maka obeng spiral akan berputar, pen penggerak dapat diatur menurut arah putaran yang dikehendaki.
39.
Jangka
Jangka adalah alat untuk membuat lingkaran.
40.
Mesin Bor Radial
untuk pengeboran benda-benda kerja yang besar dan berat.
41.
Mesin Bor Koordinat
digunakan untuk membuat/membesarkan lubang dengan jarak titik pusat dan diameter lobang antara masing-masingnya memiliki ukuran dan ketelitian yang tinggi.
42.
Mesin Bor berporos (mesin Bor gang)
digunakan untuk melakukan beberapa operasi sekaligus, sehingga lebih cepat.untuk produksi masal terdapat 20 atau lebih spindel dengan sebuah kepala penggerak.
43.
Mesin Bor Tangan (pistol)
digunakan untuk melubangi kayu, tembokmaupun pelat logam, dan digunakan untuk membuat lubang juga bisa digunakan untuk mengencangkan baut maupun melepas baut karena dilengkapi 2 putaran yaitu kanan dan kiri.
44.
Solder
Solder ini paling banyak digunakan, untuk servis HP biasanya yang 25 Watt, ada juga yang 30 / 40 watt (tapi jarang dipakai). Dan type solder ini hanya mempunyai satu watt saja (25 watt atau 30 / 40 watt).
45.
Solder Tembak
Istilah solder ini biasa disebut dikalangan teknisi untuk membedakannya dari solder biasa karena mirip dengan type solder biasa tetapi type ini mempunyai semacam tombol di gagangnya (tembakan) yang bila ditekan sehingga soldernya akan cepat bertambah panas.

46.
Solder dengan pengatur suhu (Solder Station)
Type ini mempunyai pengatur suhu dan bisa dipilih suhunya sesuai kebutuhan. Biasanya type solder ini, ada ket. ESD Safe sehingga aman digunakan untuk solder perangkat IC.

47.
Hot Blowwer
Hot Blowwer akan mengeluarkan semburan udara panas untuk mencairkan timah. Ada type Hot Blowwer Analog dan Digital.
48.
Infra Red Blowwer
Mirip dengan hot blowwer biasa hanya saja semburannya bukan berupa udara panas tetapi berupa sinar infra merah
49.
Penyedot Timah / Attractor / Desoldering Bulb
Dalam kegiatan patri mematri sering diperlukan penyedot timah / Attractor misalnya pencabutan komponen yang harus diganti, kadang hasil penyolderan kita tidak sesuai dengan yang diharapkan, Bisa jadi terbalik memasang kutub komponen atau terjadi hubungan singkat antar dua jalur yang tidak seharusnya.Untuk mengatasi hal ini kita memerlukan Penyedot Timah.
50.
Ragum Berputar
digunakan untuk menjepit benda kerja yang harus membentuk sudut terhadap spindle(poros putar ).
51.
Ragum Universal
Ragum ini mempunyai dua sumbu perputaran, sehingga dapat diatur letaknya secara datar dan tegak.
52.
Adjustablehand reamer
untuk membesarkan lubang tangan diatur dapat mencakup rentang kecil ukuran.
53.
Ragum KakaTua
digunakan untuk mengeluarkan paku, memotong dawai dan sebagainya
54.
Obeng Ketok
digunakan untuk membuka atau mengencangkan baut dan mur yang memiliki kekencangan pengerasan yang tinggi
55.
AVO Meter
untuk mengukur kuat arus listrik, mengukur tegangan listrik, dan mengukur hambatan listrik
56.
SIGNAL TRACER
digunakan untuk mencari kerusaki  pada rangkaian audio.
57.
SIGNAL INJECTOR
untuk rangkaian audio amplifier. Untuk melacak frekwensi tnggi sebaiknya bersama-sama dengan signal tracer. Rankaian signa injector sedemikian sederhana sehingga mungkin untuk dirakit sendir.
58.
SOLDER LISTRIK
dipergunakan untuk menyolder kaki-kaki komponen elktronika dalam suatu rangkaian, baik yang menggunakan PCB maupun moutry strip (kawat pagar yang berdiri).
59.
Tes Pen
dipergunakan untuk melihat adanya sumber tegangan. Tes pen akan menyala bila ada sunber arus dan tidak menyala bila tidak ada sumber arus.
60.
Reaner
Dipergunakan untuk membesarkan lubang sesuai dengan ukuran yang diperukan.
61.
Pinset
Dipergunakan untuk menjepit suatu benda yang kecil, atau untuk menjepit kaki komponen yang akan disoleder agar panasnya berkurang.
62.
Ragun “Catok”
untuk menjepit atau memegang benda yang akan dikerjakan, agar mudah untuk mengerjakannya.  
63.
Garis Penyiku
dipergunakan untuk mungkur benda dalam keadaan siku-siku(90°)
64.
Gunting Plat
untuk munggunting atau memotong plat atau seng dan aluminium.
65.
Tap
untuk membuat ulir dengan tangan
66.
Bor
untuk pembuatan suatu lubang, alur, atau untuk penghalusan dan pembesaran suatu lubang dengan sangat efisien.
67.
Bor Center
untuk pahat lubang
68.
Bor Spiral dua Alur
berpiral dengan saluran pendingin
69.
Dongkrak
salah satu alat yang digunakan untuk mengangkat suatu benda dan digunakan secara hidrolis
70.
Obeng Kembang (Obeng pipih)
digunakan untuk melepas sekrup kepala kembang.
71.
Obeng Standar
dan digunakan untuk melepas atau mengganti pengikat (fastener) seperti sekrup pengetap sendiri dan baut baut kotak, Seperti juga halnya mencungkil cetakan.
72.
Kunci Momen (Torque Wrench)
Pada kendaraan, baut dan mur harus dikencangkan sesuai dengan kebutuhan, karena apabila ikatannya tidak kuat maka ikatan akan lepas dan menimbulkan kecelakaan.
73.
Kunci Pipa
digunakan untuk melapas dan memasang pipa dengan sambungan ulir atau memgang benda silindris lainnya, konstruksinya hampir sama dengan kunci inggris, mempunyai rahang diam dan rahang geser serta ulir penyetel.
74.
Kunci Heksagonal dan Kunci Bintang
berfungsi untuk membuka dan melepas baut/sekrup dengan bentuk kepala heksagonal atau berbentuk bintang. 
75.
Kunci  busi
digunakan untuk melepas dan memasang busi yang umumnya dipasang pada posisi sulit dijangkau oleh Kunci Pas ataupunKunci Ring.
76.
Kunci Roda
digunakan untuk melepas dan mengganti mur roda pada kendaraan bermotor.
77.
Kunci Inggris / Kunci yang dapat di steel
digunakan untuk melepas atau mengencangkan mur atau baut dimana ukuran kunci pas dan ring tidak ada yang sesuai, tetapi kunci ini tidak ditujukan untuk beban berat.
78.
Kunci Socket
Kunci Sok adalah jenis kunci yang paling baik digunakan untuk melepas komponen dari kendaraan bermotor.
79.
Mata sock 
Mata sock terdiri dari  sock segi duabelas, segi delapan dan segi enam. Sedangkan variasi bentuknya, ada yang panjang maupun pendek. Biasanya mata sock memiliki ukuran 10-33 mm atau 7/16W-1/4W dan 3/16W-3/4W.
80.
Sliding Handle
Sliding handle merupakan salah satu alat pemegang mata sock yang yang bisa digeser posisinya sepanjang batang handle. Hal ini menguntungkan apabila digunakan pada area kerja yang sempit.
81.
Speed Handle
Speed handle memiliki keuntungan bisa memutar baut dengan cepat, karena prinsipnya sama dengan menggunakan bor tangan manual. Untuk baut-baut yang panjang, tidak perlu melepas dan memasang.
82.
Ratchet handle 
Pemegang mata sock jenis ini memiliki penyetel arah putaran yang mengunci, digunakan untuk membuka atau mengencangkan baut.
83.
Extension
Alat ini hanya merupakan alat bantu penyambung antara pemegang (handle) dengan mata sock. Extension ini memiliki panjang yang bervariasi misal 3, 6 dan 12 inchi.
84.
Nut Spinner
Merupakan alat pemegang (handle) yang memiliki ujung bebas bergerak, yang memudahkan untuk mengencangkan atau membuka baut- baut yang rumit.
85.
Universal Joint
merupakan sambungan multi engsel